Sinergi Fitness

Your Fitness Business Partner

Monday
Apr 21st
Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Kumpulan Artikel Fitness Artikel Tomat sebagai Obat lemah Syahwat

Tomat sebagai Obat lemah Syahwat

TRANSLATE Translate ( terjemahkan )
Tomat sebagai Obat lemah Syahwat
Tomat sebagai Obat lemah Syahwat

Beritahu Teman Tentang Artikel Ini - Klik salah satu icon

Submit Tomat sebagai Obat lemah Syahwat in Delicious Submit Tomat sebagai Obat lemah Syahwat in Digg Submit Tomat sebagai Obat lemah Syahwat in FaceBook Submit Tomat sebagai Obat lemah Syahwat in Google Bookmarks Submit Tomat sebagai Obat lemah Syahwat in Stumbleupon Submit Tomat sebagai Obat lemah Syahwat in Technorati Submit Tomat sebagai Obat lemah Syahwat in Twitter
 

tomatBuah tomat memang sudah akrab dengan masyarakat Indonesia. Tetapi apakah semua orang tahu tomat memiliki kandungan nutrisi tinggi dan bisa digunakan sebagai obat yang mampu mengurangi risiko terserang sejumlah peenyakit mematikan ? Apa saja khasiat tomat bagi kesehatan manusia ?

Banyak orang mengelompokkan tomat dalam sayur-sayuran. Hal ini sah-sah saja lantaran tomat memang sering dimasukkan dalam kelompok sayuran ketimbang buah-buahan. Tomat berasal dari bahasa Aztek, salah satu Suku Indian, yaitu xitomate atau xitotomate. Tanaman tomat ini berasal dari Peru dan Ekuador di Amerika Selatan. Tomat menyebar ke seluruh dunia khususnya negara yang beriklim tropis setelah berkembang di Amerika sebagai gulma (tanaman pengganggu, red).


Konon di Amerika tomat tersebar dengan cepat karena dimakan burung dan kotorannya menyebar ke mana-mana. Di Eropa dan Asia, tomat sisebarkan oleh para pedagang Spanyol yang sebelumnya berkelana di Benua Amerika. Khusus di Indinesia, tomat dibawa oleh orang Belanda.

Tanaman ini dapat hidup baik dataran tinggi maupun dataran rendh, tergantung pada jenis varietas tanamannya. Akan tetapi kualitas tanah, banyaknya sinar matahari dan curah hujan ikut mempengaruhi pertumbuhan tomat.

Di Indonesia, Kota Malang di Jawa Timur selama ini dikenal sebagai sentra penghasil tomat. Sedangkan di tingkat dunia, Taiwan merebut posisi sebagai sentra tomat. Jadi, bukan Amerika, tempat asal tomat yang mengembangkan tanaman tersebut. Tomat yang baik adalah tomat yang masak di pohon, bukan tomat yang dipaksa matang (dikarbit).

Tomat yang sudah matang akan lebih mudah diproses lebih lanjut. Tetapi hal ini yang terbaik terjadi pada para pedagang dan pengusaha yang menjadikan tomat sebagai komoditas usahanya. Mereka lebih menyukai tomat muda atau yang dikarbit utnuk memperoleh keuntungan. Karena tomat yang dikarbit mempunyai masa segar lebih lama ketimbang tomat yang matang di pohon. Tomat yang matang di pohon, lebih cepat keriput dan membusuk. Sementara tomat karbitan lebih tahan lama. Namun, jika dilakukan pemrosesan dengan bantuan blender atau lebih sulit dihancurkan.

Kandungan Nutrisi Tomat. Menurut Titien RK, dokter spesialis nutrisi, tomat mengandung berbagai zat yang berguna bagi tubuh. “ Setidaknya tomat mengandung protein, fosfor, zat besi, belerang, vitamin A, B1, C dan betakaroten jenis likopen. Akan tetapi, kandungan yang terbesar adalah likopen yakni hampir 50 persen lebih,“ katanya.

Menurut dokter yang selalu berpenampilan santai ini, jenis tomat terbaik adalah tomat mengandung banyak vitamin C, sekitar 25 mg. Tetapi tidak semua tomat memiliki kandungan nutrisi tinggi. Ada hal eksternal dn internal yang ikut mempengaruhi kandungan nutrisinya.

Kandungan tomat yang menarik adalah tingginya likopen. Selain memberikan warna merah, ternyata likopen juga terbukti efektif sebagai zat antioksidan. “Jika likopen pada tomat digabung dengan kandungan dalam wortel, akan mampu menurunkan risiko terkena kanker,“ katanya. Kanker yang bisa diturunkan kadarnya antara lain, kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar.
Dr Titien menambahkan bahwa kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat dalam tomat, mampu melemahkan zat nitrosamine yang menjadi pemicu kanker. Sayangnya, penelitian tentang tomat sangat terbatas dilakukan. Terlebih di Indonesia. Literatur khusus yang membahas tentang tomat sedikit sekali jumlahnya. Kalaupun ada, hanya pada teknik budidaya tanaman tomat.

Penelitian tentang tomat diawali oleh Dr John Cook Bennet dari Wiloughby University, Ohio, AS yang dilakukan pada November 1834. Hasil penelitian ini kemudian ditulis oleh Hubert Howe Bancroft dalam History of Utah. Ia melakukan penelitian tentang tomat yang dapat digunakan sebagai obat dalam mengatasi gaangguan pencernaan (diare), serangan empedu dan fungsi haati. Hal inilah yang menyebabkan orang mengatakan tomat sebagai apel hati, karena dapat menyembuhkan penyakit hati.

Seorang peneliti dari Rowett Research Institute di Aberdeen, Skotlandia, menemukan hal baru. Gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat, dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah yang memicu penyakit stroke dan serangan jantung. Kedua penelitian ini akhirnya dilanjutkan oleh dr. Yumi Tohuoka, peneliti dri Tohoku University di Sendai, Jepang.

Tomat menurut Titien, juga banyak dimanfaatkan dalam industri kecantikan. Banyak masker dan pil anti penuaan yang berbahan dasar tomat. Bukaan tanpa alasan mereka menggunakan tomat sebagai bahan dasar. Karena pigmen likopen memang terbukti efektif sebagai antioksidan yang mampu melawan penuaan dini. Zat lain seperti tomatin di dalam tomat juga sangat bermanfaat sebagai zat antiinflamasi. Zat ini diyakini mampu menyembuhkan luka dan mengobati jerawat.

Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias pereda demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi gangguan percernaan seperti sembelit dan wasir. Selain itu, berbagai kandungan zat yang terdapat dalam buah tomat, mampu memulihkan lemah syahwat, meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakan sperma